Lampung Utara || Miris nasif 232 Kepala Desa di Lampung Utara,yang hampir tak bernyawa mengelola Dana Desa pada tahun anggaran 2022.
Hal ini di sampaikan beberapa Kepala Desa yang tidak ingin di sebutkan namanya,saat menghubungi redaksi FFI.com,28/3/2022.
Menurut dari 2 dan 3 Kepala Desa yang langsung chat wattsap redaksi , menuturkan bahwa penggunaan Dana Desa ,hanya 32% yang dapat di pergunakan untuk prioritas pembangunan dan kebutuhan lainnya yang bersifat mendesak untuk Desa.
Berkaitan dengan pemberitaan di lansir Media ini, terkait dengan Bimbingan Teknis yang telah di selenggarakan oleh Event Organizer (EO) Bina Pengembangan.
Menurut dari 1, 2 sampai 3 Kepala Desa yang memberikan keterangan dengan madia ini mengatakan,sebagian kami dari beberapa Kepala Desa,sengaja memang tidak memberangkatkan diri untuk BimTek.
Dengan alasan dan pertimbangan kami , lebih baik dana BimTek , di pergunakan untuk kepentingan lain yang memang bersifat mendesak untuk Desa.
Kemudian alasan yang ke dua tidak kalah penting lagi,Lampung Utara ini masih di dalam situasi PPKM Level 3,kok sepertinya tak memikirkan dampak untuk di kemudian hari, insyaallah tidak ada,tapi perlu juga kita jadikan alasan ini,” Ujar Kepala Desa.
Selanjutnya alasan yang ke tiga karena ada hal kepentingan kami sendiri, memang tidak bisa di tinggalkan maka kami tidak ikut Bimtek.
Untuk yang terakhir, memang dana tidak mencukupi,sehingga terkait dana BimTek memang tidak termuat di dalam APBDes,” jelas dari beberapa Kepala Desa dengan versi yang sama.
Menanggapi hal tersebut Mintaria Gunadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (DPC AWPI) Lampung Utara, mengapresiasi atas tidak berangkatnya beberapa Kepala Desa mengikuti BimTek.
Menurut Mintaria Gunadi, timnya sedang bekerja untuk mencari alat bukti,setoran Kepala Desa ke Event Organizer , alat bukti ini akan kami jadikan bahan pengaduan, ke pihak yang berwenang.
Untuk sementara ini tim DPC AWPI Lampung Utara, telah mendapatkan beberapa alat bukti transfer melalui Bank BRI ke Bina Pengembangan.
Dalam waktu dekat akan kami bawak ke KPK agar dapat di telisik penyelenggara ” EO” dan para oknum pejabat yang bermain-main dengan Dana Desa.
Mintaria Gunadi , menambahkan bahwa opini yang sedang berkembang 232 Desa yang berangkat mengikuti BimTek.
Setelah di telusuri, di pastikan Kepala Desa yang berangkat, hanya kisaran 200 Kepala Desa saja.
Kegiatan BimTek di selenggarakan di dua tempat antaranya Bandar Lampung dan Bandung.
Informasi di peroleh kembali, Kepala Desa yang mengikuti BimTek,dengan dana 7,5,(tujuh juta lima ratus ribu rupiah ) saat ini sedang menikmati nasi cadong alias kotak di Bandung ,” Tandas Ketua DPC AWPI Lampung Utara.
Penulis : (Adiysma/Tim AWPI)
