Kadis Perdagangan Hendry,SH.,MM.
Lampung Utara || Pelanggan menemukan ulat belatung dalam makanan daging ayam yang dibeli oleh seorang pelanggan di Rumah Makan Ampera Pondok Putri (RM- APP) pada pukul 11,30 Wib pada hari Kamis,(15/7).
Hal ini disampaikan korban (Leni) Nurlelawati, saat di konfirmasi media ini , di tempat korban jualan di jalan lintas sumatera lapak buahnya depan pasar Bukit Kemuning, Jum’at 16/7/2021.

Uraian korban menceritakan” Saya membeli nasi dengan menu ayam dan telur bersama sayur nangka total jumlah belanja 20, dua puluh ribu.
Selanjutnya pada saat itu saya ingin makan dan setelah saya buka ada Ulat Belatung lompat, saya carilah darimana sumber Ulat Belatung tersebut.”
Nasi itu saya oyak-oyak termasuk daging ayam, terlihatlah ada ulat Belatung yang masih hidup pada daging ayam,saya panggilah saksi pak Samsu, untuk menyaksikan di daging ayam ada (Ulat Belatung).

Setelah saya ketahui ada barang yang menjijikkan saya pulangkan ke Rumah Makan dimana tempat saya membeli, sampai disana saya juga katakan ini daging ayam ada Ulat Belatung, tapi pelayannya cuek tidak menggubris apa yang saya katakan, malah melayani orang lain.
Setelah saya akan pergi baru dia- red pelayan Rumah Makan itu, mau diganti apa Yuk”? Karena saya sudah sangat jengkel, saya bilang ga usah,” beber Leni.

Terpisah Ibu Apsyah pemilik (RM) saat dikonfirmasi oleh awak media pada hari Jum’at 16/7 mengatakan saya tidak mengetahui kejadian itu namun saat itu dibenarkan oleh beberapa pelayan Rumah Makan.
Apsyah meminta persoalan ini jangan sampai diberitakan tapi temui dulu suami saya di Rumah Makan UNI di Desa Muara Aman,” pintanya.
Secara terpisah Ibnu suami Apsyah salah satu warga Kecamatan Bukit Kemunig, Kabupaten Lampung Utara,selaku pemilik Rumah Makan UNI yang menempati Rumah Makan Ampera Pondok Putri depan pasar Bukit Kemuning saat dikonfirmasi, bukan ingin untuk meminta maaf kepada korban , malah justru menyalahkan pelanggan (Konsumen) , itu orang tidak berakal , ” kata Ibnu.
Masak hanya karena uang 10.000 sepuluh ribu, mau jadi persoalan, dan saya juga mau tahu orangnya siapa dan alamat orangnya dimana nanti saya datangi kerumahnya , kata Ibnu dalam rekaman audio saat dikonfirmasi wartawan pada hari Jum’at, 16/7/2021.
Ibnu juga mengatakan bahwa kalau mau diberitakan silakan tentunya masyarakat juga menilai akan berimbang dan masyarakat sekarang sudah pada cerdas tidak percaya yang begituan,biar juga ramai dan viral nantikan pelanggan bisa menilai.
Lanjut Ibnu kecuali kalau itu unsur kesengajaan, seperti kita masukan obat-obatan,racun atau sabu di makanan mungkin okelah , tapi kalau Inikan bukan unsur sengaja, kalaupun juga lalat hinggap di makanan itu biasa “Belatung” yang terbang-terbang itu biasalah.
Ya” Kalau mau ditayangkan silakan ga apa-apa, tayangkan ga apa-apa, nanti saya juga akan menayangkan di bandar Lampung banyak kawan media,Mirja radar Lampung itu kawan saya , nanti saya buat Video untuk klarifikasi , tinggal saya bilang Bang tolong angkat dulu masalah ini , ada orang pelanggan yang ingin merusak usaha saya,” tambah Ibnu.
Dari peristiwa tersebut diatas hari ini Korban Leni mendatangi Kantor Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, Senin,19/7/2021.
Kedatangan Leni yang didampingi Lembaga Pendidikan Pemantauan & Pencegahan Korupsi Republik Indonesia LP3K-RI Lampung Utara dan beberapa Wartawan.”
Untuk melaporkan peristiwa yang dialami Korban pada peristiwa beli nasi menu ayam diduga ada Ulat Belatung di Rumah Makan Ampera Pondok Putri selaku pengelola Rumah Makan UNI Bernama Ibnu & Apsyah.
Kepala Dinas Perdagangan Hendry, SH.,MM. Terkait dengan peristiwa yang dialami korban akan saya tindaklanjuti secepatnya , tapi saya meminta untuk dibuatkan surat .
Lanjut Hendry kiranya juga korban kurang puas tidak apa-apa untuk dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) di Wilayah Hukum setempat.
Kewenangan Pemerintah Daerah hanya sebatas pembinaan dan pengawasan, tentunya sebatas sanksi Administratif” Untuk sanksi pidana kewanangannya ada pada Aparat Penegak Hukum APH,” pungkasnya (Tim/Red)
